jump to navigation

Direktur Rumah Politik Andalas Ahmad Taufan Damanik: Medan Butuh Pemimpin yang Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat November 14, 2009

Posted by taufandamanik in politik.
Tags:
trackback

Direktur Rumah Politik Andalas Ahmad Taufan Damanik: Medan Butuh Pemimpin yang Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Medan, (Analisa)

Medan yang semakin berkembang, membutuhkan pemimpin yang visioner, berani keluar dari frame pengaturan pusat serta berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Untuk kriteria itu, calon dari kelompok birokrat yang cenderung mengikuti arus zaman saja, bukanlah pilihan.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Rumah Politik Andalas Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan di Medan, Senin (26/10). Menurut Taufan, untuk memenuhi aspek visioner ini, maka pilihannya hanyalah mereka yang berasal dari kalangan pengusaha, politisi, dan akademisi.

Riset yang sudah dilakukan beberapa lembaga penelitian, kata Taufan, menunjukkan masyarakat bawah menginginkan perbaikan sektor ekonomi riil dan pembenahan lapangan pekerjaan. Sementara pembenahan infrastruktur seperti menjadi agenda program kerja pendukung. Masyarakat memerlukan sosok calon pemimpin yang berani menerobos peraturan administrasi pemerintahan pusat yang justru menyengsarakan daerah.

Dikatakannya lagi, pelaksanaan Pilkada mendatang harus dijadikan momen bagi masyarakat Medan untuk memilih pemimpin yang mampu memberikan nuansa perbaikan. Diingatkan, kasus korupsi pada Walikota dan Wakil Walikota Medan yang lalu, menjadi penanda bahwa demokrasi melalui Pilkada lalu belum sepenuhnya menjawab beberapa hal pokok sebuah sistem politik yang sehat dan adil.

Pertama, sosok pemimpin yang dipilih ternyata tidak sejalan dengan apa yang diinginkan masyarakat. Kedua, agenda pembangunan kesejahteraan masyarakat bukan merupakan agenda penting bagi pemimpin yang dipilih oleh masyarakat.

”Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kebijakan serta pengalokasian anggaran yang tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Ketiga, pengawasan konstituen terhadap pemimpin yang dipilih belum terbentuk sehingga pemimpin terpilih justru leluasa membangun komunitas pendukung terbatas yang menjadi basis oligarki kekuasaannya,” ujar Taufan yang juga Ketua Yayasan KKSP Medan.

Alat Legitimasi

Akibatnya, lanjut dia lagi, demokrasi yang sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun belum memberikan kepastian politik di mana seluruh kepentingan masyarakat dapat terakomodasi. Malah, sebaliknya demokrasi menjadi alat legitimasi bagi sekelompok kecil elite penguasa meneguhkan kekuasaan mereka atas sumber-sumber politik dan ekonomi yang sudah mereka kuasai selama ini.

”Dengan kata lain, tidak terjadi redistribusi kekuasaan politik dan ekonomi menuju kesetaraan hak di antara warga. Tetapi, sebaliknya memberikan kekuasaan istimewa kepada elite penguasa untuk menentukan dan menguasai sumber-sumber kekuasaan tersebut. Karena itu pula, korupsi kekuasaan politik dan keuangan menjadi tak terelakkan, sebaliknya kemiskinan tetap menjadi masalah besar,” tukasnya.

Untuk itu, kekuatan-kekuatan masyarakat sipil atau organisasi gerakan sosial merasa perlu mengintrodusir dan menekankan pentingnya proses politik yang berasaskan kepada kedaulatan dan kesejahteraan rakyat. Sebagai kekuatan politik non-formal, elemen-elemen sosial ini perlu memaksakan gagasan tentang demokrasi substantif kepada partai-partai politik. (rrs/rel)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: